Segera Diluncurkan Pesawat Tak Berawak Milik JD.Com

JD.Com adalah sebuah perusahaan e-commerce yang berkantor pusat di Beijing, China. Perusahaan ini didirikan pada bulan Juli 1998 oleh Liu Qiangdong dengan nama Jingdong Century Trading Co, Ltd dimana pertamanya membuka penjualan magneto-optical yang sampai sekarang ini dikenal dengan sebutan JD.com yang menjual aneka ragam barang secara online. JD.com juga merupakan salah satu perusahaan online terkemuka dan menjadi pesaing utama Alibaba.com diranah China.

Sebagai catatan, perusahaan JD.com sempat menerima beberapa kali prestasi dan penghargaan seperti CCTV Economic Person of the Year (Desember, 2011), Best Employer of 2011 (September, 2011), List of Model e-Commerce Companies (Agustus, 2011), Top10 Growing & Innovative e-Commerce Companies in China (Mei, 2010) serta The Most Trustworthy Company (Desember, 2008). Informasi ini berdasarkan sumber Wikipedia.

Nah, pada kesempatan ini, saya akan membahas Pesawat Tak Berawak Milik JD.com Yang Segera Diluncurkan. Seperti diketahui, sebuah provinsi yang ada di China yaitu Shaanxi dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan antar benua Asia dalam mendistribusikan sutra, rempah-rempah dan lain sebagainya.

Namun, kemunculan beberapa orang ahli yang mengerti akan teknologi telah mempengaruhi kehidupan sebelumnya.

Demikian halnya dengan sebuah alat transportasi yang diusung JD.com segera membuat perbedaan sendiri di China.

Penyedia e-commerce ini menyebutkan bahwa pada hari Senin (22/5/17) pihaknnya sedang berupaya untuk mengembangkan pesawat tak berawak dimana mampu mengirimkan muatan seberat satu ton lebih, yang rencananya bakal dipasang di area Shaanxi.

JD.com sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2016, namun pesawat tak berawak yang digunakan hanya memiliki kapasitas muatan yang cukup kecil dalam membawa pesanan online ke pelanggan di desa-desa terpencil Beijing kayak Guizhou, Jiangsu, Shaanxi dan Sichuan.

Menurut seorang juru bicara dari JD mengatakan “pesawat tak berawak yang sedang dalam proses pengembangan ini dapat mengangkut beban barang cukup besar yang bisa dikirimkan ke daerah lainnya,” kata Josh Gartner. Lebih lanjut ia mengungkapkan, misalnya ada petani yang ingin mengirimkan hasil penennya dengan cara yang mudah dan terjangakau dapat mempergunakan transportasi tersebut.

Banyak perusahaan e-commerce dan logistik di hampir seluruh dunia yang mempunyai pesawat tak berawak, hanya saja mereka lebih berfokus dan berekperimen dalam pengiriman paket kecil seperti barang elektronik ataupun obatan.

Amazon.com merupakan perusahaan online yang pertama kali mengirimkan pesanan kepada pelanggannya menggunakan pesawat tak berawak, di salah satu pedesaan Inggris namun dengan jumlah item dan berat dibawah lima pound. Berikutnya, pesawat tak berawak milik United Parcel Service yang berhasil terbang ke sebuah pulau di dekat Boston. Pada bulan Mei, Airbus SE menganggap pesawat ini layak dan akan dijual secara komersial di Amerika Serikat untuk tujuan kayak memantau tanaman pangan serta melacak jaringan ponsel. Namun upaya tersebut mengalami hambatan terkait peraturan beserta banyaknya ungkapan dari para ahli teknologi yang memprediksi bahwa alat ini tidak bakal berkembang luas sampai setidaknya tahun 2020.

Sedangkan di negara China hal itu tampak bukanlah menjadi kendala. Pembuatan pesawat tak berawak di China sudah diperjual-belikan dimana banyak yang menggunakan alat tersebut untuk bertani. Pemerintah daerah bahkan sudah menyatakan wilayah udara tempat yang akan digunakan dalam membantu penelitian akan dibebaskan bagi siapa saja yang menginginkannya.

JD.com berencana untuk menginvestasikan sekitar $ 150 juta yang hampir sebagian besar kawasan Shaanxi diliputi oleh perusahaan tersebut. Heavyweight drones ini sedikit memiliki masalah. Pesawat tak berawak dengan tipe kecil dapat diluncurkan dimana saja, sementara yang besar membutuhkan bantalan untuk pendaratan sempurna.

Pesawat dengan kapasitas besar kemungkinan juga bakal ribut dan mengganggu lingkungan. Ukuran dan berat berlebihan dari pesawat juga dapat meningkatkan potensi kerusakan akibat kecelakaan. Oleh karena itu, pesawat itu sangat membutuhkan motorik, sistem kontrol, dan beberapa peralatan lainnya.

“Semakin besar kendaraan, maka semakin tinggi potensi dalam menimbulkan resiko terhadap orang atau properti. Dan itulah redundansi serta reliabilitas sangat dibutuhkan,” kata Ben Marcus, chief executive di AirMap. “Pesawat tak berawak dengan tipe kecil maupun besar sebenarnya telah digunakan sejak beberapa dekade lalu, namun baru belakangan ini banyak perusahaan yang mulai mengekplorasinya kembali untuk dijual komersial,” lanjutnnya.

“Akan tetapi sebagian besar investasi akan menuju ke pesawat tak berawak dengan tipe kecil karena dianggap banyak yang melakukan pengiriman hanya beberapa mil saja,” sambungnya.

Ketua JD.com, Richard Liu, berpendapat peluncuran pesawat tak berawak yang sedang dalam pengembangan ini dapat berguna dalam menjangkau jutaan kiriman kepada pelanggan di luar kota besar di China dan inilah metode fight untuk bersaing ketat di pasaran termasuk terhadap perusahaan Alibaba.

Ia juga mengatakan segera membangun 150 titik lokasi pengiriman tak bverawak di satu provinsi China dalam tiga tahun ke depan.

Biaya pengiriman di kota-kota tersebut juga relatif terjangkau walaupun banyaknya orderan serta upah tenaga kerja yang tinggi. Namun hanya ada satu kendala yang disebut Richard Liu yakni pengiriman di area pedesaan akan lebih sedikit dan relatif mahal lantaran infrastruktur jalan yang tidak mendukung.

Perusahaan JD mengoperasikan kirimannya ke pelanggan melalui cara mengemas barang dalam sebuah paket, dikirimkan ke stasiun pengantar, penjemputan paket menggunakan drone yang kemudian didistribusikan ke pemiliknya.

Related posts