Flakka, Narkoba Berefek Zombie, Benarkah Sudah Beredar di Indonesia?

Flakka, jenis narkoba terbaru yang akhir-akhir ini telah meresahkan masyarakat di Indonesia. Mengapa tidak, penggunaan flakka disinyalir memiliki dampak yang cukup menyeramkan terhadap pengkonsumsinya. Saat pemakaian, si pengguna akan berperilaku layaknya zombie, bahkan ketika digunakan dalam waktu panjang dapat mengakibatkan kematian (meninggal dunia). Ikhhh ngeri kan?

Ketua Umum DPP Granat (Gerakan Nasional Anti Narkoba), Henry Yosodiningrat, mengatakan kalau flakka mempunyai zat aktif berupa fentanyl derifat, salah satu zat yang berpotensi 10.000 kali lebih kuat daripada morfin/heroin. Bukan hanya itu, flakka juga mengandung unsur senyawa kimia Methylenedioxypyrovalerone (MDPV) dan alpha-PVP.

Oleh karena itu, dia berujar ini merupakan jenis narkoba baru yang sangat berbahaya dan patut untuk dihindari penggunaannya. Sesungguhnya, flakka telah digunakan dalam bidang kedokteran sebagai pengobatan. Tetapi entah bagaimana pada akhirnya bisa terdapat senyawa kimia berbahaya. Senyawa tersebut bekerja dengan merangsang bagian otak terlebih dulu yang kemudian mengatur hormon dopamin, serotonin dan mood.

“Awalnya flakka diproduksi sebagai obat sintetis pada 2012. Obat ini kemudian dilarang penggunaanya karena para dokter menemukan zat yang sangat berbahaya pada obat ini. Para dokter kemudian meningkatkan level yang sebelumnya terkategori obat sintetis menjadi narkoba paling berbahaya. Senyawa pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama,” ungkap Henry.

“Efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam. Namun dapat terjadi secara permanen pada otak. Bahkan tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga dapat menghancurkan otak karena akan berkeliaran lebih lama dari kokain,” imbuhnya.

“Waspadai masuknya jenis narkotika flakka, lakukan koordinasi dengan BPOM setempat dan laporkan pada kesempatan pertama kepada Kabareskrim Polri dan Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri,” tutupnya.

Sebenarnya narkoba tersebut mulai hangat diperbincangkan dan menjadi viral sejak setahun belakangan ini lantaran adanya beberapa video unggahan pada medsos yang menampilkan ‘manusia seperti zombie sedang ngamuk’ di kawasan Amerika Serikat.

Seorang pria berlari dengan cepat dan menabrakkan diri ke kaca belakang mobil dengan brutal. Badannya tertancap di potongan-potongan kaca. Ia tak mengaduh kesakitan meski sekujur tubuhnya penuh dengan pecahan kaca. Pria itu kemudian malah bangkit dan kembali berlari, menaiki atap mobil yang sedang berjalan. Ia terus bertahan sampai akhirnya terjatuh karena tak kuat menahan laju mobil. Tuhuhnya yang berlumuran darah terpental menabrak tembok. Ia belum merasa kesakitan, bahkan kembali bangkit, berlari, dan kembali menabrakkan diri, mengulang adegan pertama.

Kisah tak berhenti disitu saja, ada juga seorang wanita tanpa busana yang berdiri di atas truk kontainer di sebuah jalan raya nan padat. Ia menggeram dan meracau tak tentu arah. Di jalan raya yang lain, seorang pria tiba-tiba berlari menghampiri sebuah mobil yang sedang melaju kencang dan menabrakkan diri hingga kaca depan mobil tersebut pecah. Setelahnya, ia mengambil sepeda yang diparkir di pinggir jalan dan membantingnya ke arah mobil tersebut sambil juga menggeram dan berjalan patah-patah dengan tangan menjuntai layaknya zombie. Serem!!!

Di Amerika, narkoba jenis ini menyasar pada kaum menengah ke bawah. Untuk mendapatkannya pun tak perlu banyak merogoh kocek, hanya butuh $6 atau setara dengan Rp 78 ribu.

Saat ini, BNN, Labfor Polri, BP POM, UI dan ITB tengah mendalami perihal narkoba sintentis jenis baru itu. Yang kemudian pada tanggal 15-16 Mei 2017 lalu, zat yang terkandung dalam flakka telah diajukan ke Kemenkes RI dan untuk disertakan sebagai Golongan I pada UU Narkotika.

“Zat ini akan menimbulkan halusinasi tinggi yang bakal mengakibatkan otak bagian depan tergenang oleh cairan berbahaya,” kata Herdy Herdiawan, selaku Kasubag Administrasi dan Humas BNN Jabar.

“Kini flakka telah diatur ke dalam Permenkes No 2 tahun 2017 dangan nama kimia alfa-PVP serta fentanyl derifat,” ungkap Herdy.

Katanya, saat ini di Jawa Barat belum ada warga yang terindikasi zat flakka. Tapi BNN akan tetap terus waspada agar tidak masuk ke Indonesia khususnya Jawa Barat. Karena zat tersebut dianggap sangat berbahaya dan dapat merugikan bangsa ini.

“Kerugian disini bukan kerugian materil, tetapi kerugian generasi penerus bangsa. Karena, kerugian generasi ini sangat merugikan sekali kali kita biarkan satu generasi habis maka akan punah juga generasi selanjutnya,” imbuhnya.

Untuk menghalau agar Indonesia tidak kecolongan masuknya flakka, maka pihak BNN akan secara intens berkomunikasi dengan sejumlah dinas terkait serta rutin melakukan pengorganisiran di beberapa tempat seperti bandara, pelabuhan dll. (end)…

Berikut cuplikan video korban flakka:

Update: Polisi Ungkap Perederan Ekstasi Berefek Mirip Flakka

Unit Reserse Narkoba Polresta Depok berhasil mengungkap dan menangkap pengedar narkotika jenis ekstasi yang memiliki efek serupa dengan flakka. Ekstasi tersebut berlogo ‘Superman’.

Ekstasi berlogo ‘Superman’ ini diungkap polisi setelah menangkap pengedar bernama Yulianto (40) di kontrakannya Jalan H Mulih RT 004/RW 003 Kelurahan Pondok Perir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, pada Minggu (21/5/2017).

Dari tersangka, polisi menyita 2 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 1,67 gram, sebungkus plastik kecil berisi 7 butir pil ekstasi berlogo ‘Superman’, serta 4 butir ekstasi berlogo ‘Omega’ yang disimpan di dalam speaker aktif. Diduga kuat, ekstasi logo ‘Superman’ ini sama halnya dengan temuan narkoba terbaru yang kini sedang viral yaitu flakka.

Polisi menyebut bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam ekstasi ini mempunyai efek yang sama dengan flakka.

Dilansir dari laman detik.com, “Ekstasi yang logo Superman itu kandungannya sama dengan flakka,” kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana.

Putu berujar ekstasi Superman tersebut mengandung methylenedioxypyrovalerone dimana juga terkandung dalam flakka.

“Dari pemeriksaan barang bukti, ekstasi berlogo ‘Superman’ memiliki kandungan MDPV, serupa dengan kandungan dari narkoba jenis flakka yang sedang viral di medsos,” sambungnya.

detik.com

“Hasil penyelidikan bahwa tersangka bertransaksi di daerah Taman Sari, Jakarta Barat, dan barang tersebut akan diedarkan di daerah Bogor,” tuturnya.

Tersangka kini ditahan di Mapolresta Depok dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 sub-Pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009.

Hingga sekarang ini, polisi masih terus mengembangkan temuan tersebut ke jaringannya yang lebih besar (bandar). End…

Related posts