Di Zaman Batu, Madu Sudah Ada dan Populer

Apa anda merupakan seorang diantara lainnya yang menyukai madu? Sudah berapa lamakah anda mengkonsumsinya? Lalu, mengkonsumsi madu demi tujuan apa? Seperti yang telah kita ketahui semua, bahwa madu mempunyai beragam fungsi dan manfaat bagus untuk tubuh; tanpa terkecuali pengobatan alternatif bagi kaum wanita yang sulit hamil. Dengan menggunakan madu herbal penyubur reaksi cepat dipercaya dapat membantu wanita tersebut, hal ini juga berlaku untuk kaum pria yang memiliki masalah kesuburan.

Yaps, namun tahukah madu yang selama ini telah anda konsumsi dan pergunakan ternyata sudah ada sejak Zaman Batu, sekitar 4.400 tahun lalu! Hmm.. tentu informasi ini membuat banyak orang tak menduganya, apakah itu fakta atau hanya sekedar hoax belaka. Ya, kayak sejumlah temuan oleh para muhaddits yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa madu memang telah ada sejak zaman itu.

Bahkan hal ini juga dijelaskan lewat sebuah lukisan dinding di era Kerajaan Baru Mesir dimana menggambarkan lebah dan madu dalam kehidupan sehari-hari pada sekitar 4.400 tahun silam. Itu memberikan bukti bahwa sejak zaman batu manusia sudah menggunakan aneka rakitan yang dihasilkan lebah. Terlebih lagi jauh sebelum zaman tersebut, madu dan lebah juga telah dimanfaatkan.

Selain itu, para ilmuwan mengungkapkan terdapat bukti dimana sebuah lilin lebah atau beeswax di tembikar yang dibuat oleh manusia zaman batu berkat budaya bertani dan beternak di kawasan Eropa, Timur Tengah serta Afrika Utara, termasuk temuan periuk/panci sebagai alat memasak dari sebuah lokasi di bagian Timur, Turki; yang diketahui berasal sekitar 8.500 tahun lalu.

“Sidik jari kimia khas lilin lebah telah terdeteksi di beberapa situs Neolitik Eropa, yang mana menunjukkan betapa luasnya lebah madu di sekitar kehidupan manusia saat masa prasejarah,” kata seorang ahli geokimia organik dari University of Bristol (Inggris), Melanie Roffet-Salque, seperti dikutip laman Reuters.

Melanie Roffet-Salque memperkirakan madu yang ditemukan pada tembikar sudah digunakan manusia masa itu untuk melapisi panci/periuk agar membuatnya kedap air.

“Jelas bahwa manusia dari zaman batu sudah mengenali lingkungan mereka dengan baik dalam mengeksploitasi banyak sumber daya alam kayak lilin lebah, getah pohon dan juga ter,” lanjutnya.

“Alasan paling dirasakan dari madu yaitu sebagai pemanis. Oleh karena itu mereka memanfaatkan lebah madu sebaiknya. Tapi lilin lebah juga mungkin digunakan untuk berbagai tujuan seperti kepentingan teknologi, rirual, kosmetik dan obatan, serta juga membuat vas keramik yang tahan air atau bahkan melembutkan ter dari pohon birch agar dapat dijadikan lem,” ungkap Roffet-Salque.

Madu tidak dapat dideteksi secara langsung karena sebagian besar bahan utamanya terdiri dari gula, dimana tidak bakal bertahan hingga ribuan tahun lamanya pada lokasi arkeologi.

Lebih lanjut dia mengatakan, terdeteksinya lilin lebah pada pot masak memungkinkan kami untuk menyimpulkan bahwa para petani ataupun peternak di masa itu benar-benar memanfaatkan produk lebah seperti lilin lebah dan madu.

Lukisan dinding Mesir kuno, seni batu prasejarah, serta berbagai bukti lainnya juga telah menunjukkan bahwa manusia saat itu menggunakan lebah madu selama berabad-abad, tetapi terkait berapa lama dan seberapa luas penggunaannya masih belum dapat dipastikan.

Para peneliti telah memeriksa dan menemukan senyawa kimia yang ada di sekitar 6.000 potongan tembikar yang diolah dari tanah liat serta berasal dari 150 lebih di lokasi situs tua tersebut.

Namun, tembikar yang berasal dari bagian Utara- Skotlandia dan Skandinavia, tidak begitu banyak mengandung lilin lebah.

Ini menunjukkan bahwa lebah madu tidak ada di kawasan tersebut karena kondisi lintang yang amat keras, sebut Richard Evershed selaku ahli biogeokimia dari Universitas Bristol. (end)..

Informasi yang saya berikan ini adalah hasil terjemahan bahasa Inggris lewat sumber Reuters yang diterbitkan oleh jurnal Nature. Semoga informasi ini dapat menjadi referensi bagi anda yang penasaran akan pengetahuan seputar madu. Sekian dan terima kasih, sampai bertemu kembali di lain artikel selanjutnya..

 

Related posts