Kisah Hidup Napoleon Bonaparte ‘Kaisar Penakluk Benua Eropa’

Sobat pembaca, pernahkah anda mendengar nama Napoleon Bonaparte? Kemungkinan sebagian dari anda pasti telah mengenal sosok satu ini bukan, apalagi anda merupakan orang yang suka membaca pengetahuan terutama ilmu sejarah atau history. Yapsss, Napoleon Bonaparte adalah kaisar pertama juga jenderal militer negara Perancis yang paling disegani dan ditakuti musuh dengan pernah menaklukan sebagian besar benua Eropa pada abad ke-19. Wowwww keren yah?

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang Kisah Hidup Nepoleon Bonaparte ‘Kaisar Penakluk Benua Eropa’, anda bisa membaca artikel saya ini sampai akhir penulisan. Cekidot…

Asal-Usul dan Pendidikan Nepoleon Bonaparte Yang Berujung Perang

Nepoleon Bonaparte lahir pada tanggal 15 Agustus 1769 di Ajaccio, Corsica-Perancis. Ia terlahir dari kedua orangtua bernama Carlo Buonaparte (ayah) dan Letizia Ramolino (ibu). Pernah mengecap pendidikan sebanyak tiga kali yakni di Autun, perguruan tinggi militer Brienne serta akademi militer di Paris. Sejak ayahnya meninggal dunia karena kanker perut Februari 1785, ia dan juga anggota keluarga harus bertahan hidup dalam kesusahan. Meskipun demikian, Nepoleon yang bukanlah anak tertua terus berjuang untuk bisa menghidupi keluarganya itu.

Selepas dari pendidikan dan telah berpangkat letnan, ia lalu mendirikan semacam kamp pelatihan bagi artileri junior. Tidak mau berleha-leha dengan ilmu kemiliteran yang dianggapnya masih belum seberapa, Nepoleon kembali memusatkan pelajaran ekstra tentang strategi dan taktik dunia militer di Valence dan Auxonne.

Setelah mempelajari beberapa ilmu, ia pun kemudian beranjak kembali ke kota Corsica. Disana, ia melihat dan menemukan pemimpin Corsica, Pasquale Paoli yang begitu kejam telah menindas hampir tiga juta warga Perancis dengan terjadinya pertumpahan darah selama periode ia mengemban ilmu.

Rasa demikianlah yang membauat pertentangan antara Nepoleon dengan Paoli. Nepoleon kemudian langsung menegaskan untuk memerangi Paoli dengan mengeluarkan pernyataan bahwa revolusi baru Perancis segera tiba. Pada tahun 1789, ia mencoba untuk menyabotase serangan melalui pulau Sardinia La Maddalena.

Akibat konflik itu pula, ia juga keluarganya harus mengasingkan diri agar dapat menghindari ancaman Paoli. Namun perjuangan tanpa henti dan tak takut mati dari sosok Nepoleon telah mengantarkan hal manis dimana ia berhasil menumpas kekejaman Paoli, dan oleh karena itu dia diangkat untuk menjadi anggota senat.

Pengepungan Toulon

Pada Juli 1793, Nepoleon mengemukakan sebuah slogan “Le Souper de Beaucaaire (perjamuan kudus di Beaucaire) dalam rencana menghempaskan kekuatan Inggris. Dengan dukungan penuh dari Augustine Robespierre (adik pemimpin revolusioner Maximilien Robespierre) dan seorang rekannya dari Corsica bernama Antoine Christophe Saliceti, dia kemudian mengomandoi pengepungan di Toulon.

Dengan sikap ambisius, ia beserta prajurit langsung menaiki sebuah bukit untuk melakukan peperangan yang akhirnya Inggris pun menyerah dan keluar dari area itu. Atas kemenangan itu pula, Nepoleon diberi pangkat Jenderal dan sepenuhnya menjadi penasihat atau pakar permasalahan militer Perancis.

Seusai penobatan, Nepoleon berambisi kembali untuk melawan tentara Italia dan menguasai dua pulau yang ditujukannya untuk memperluas kawasan Perancis yakni di pegunungan Ormea dan Sardinia. Dan tepatnya tahun 1794, Nepoleon yang telah merancang bagaimana untuk bisa mengalahkan pasukan Italia tersebut pertama-tama memantau dari pantai Mediterania dekat area Marseille. Usaha pun berhasil lagi dimana kedua kawasan itu telah dikuasai penuh oleh Nepoleon dan prajurit.

Vendémiaire

Ini merupakan pertempuran antara pasukan revolusi dengan pemberontak Perancis yang diketahui tidak menyukai kemajuan pesat Jenderal Nepoleon Bonaparte ketika itu. Hampir sebagian besar jalanan di kota Paris dipadati oleh pemberontak. Tepat pada 5 Oktober 1795, Jenderal Nepoleon memberi aba-aba terhadap petugas kavaleri muda bernama Joachim Murat untuk merebut senjata dan mengusir para pemberontak darisana. Lebih kurang sekitar 1.400 pemberontak tewas dan lainnya meloloskan diri.

Pernikahan dan Invasi Rusia-Prusia

Pada bulan Maret 1796, Napoleon menikahi seorang janda bernama Josephine de Beauharnias. Awal pernikahan mereka berdua bisa dibilang cukup manis namun akibat isu-isu yang beredar, ketidakpercayaan, perselingkuhan serta istrinya yang tidak mampu memberikan seorang anak pun kepada Nepoleon berdampak pada permasalahan rumah tangga mereka. Namun, mereka masih tegar untuk selalu bersama. Tetapi, Nepoleon meminta maaf kepada Josephine untuk bisa menikah lagi dengan seorang wanita. Hmm, Josephine pun menyetujui hal tersebut walau sedikit merasa kecewa.

Dan saat itu juga Nepoleon menikah dengan Austria Marie Louise anak dari kaisar Francois I yang mana mereka mengikat koalisi antara Austria dan Perancis. Namun tetapi, pernikahan keduanya pun berakhir pasca kekalahan Nepoleon dalam pertempuran dengan Rusia dan Prusia serta dibuangnya Napoleon ke pulau Elba. Sang kaisar Austria kemudian mengajak pulang puteri (mantan istri Nepoleon) untuk kembali ke rumahnya lagi.

Komandan di Italia

Dua hari setelah pernikahannya dengan Josephine, Nepoleon pun langsung bergegas aktif sebagai komandan Angkatan Darat Italia. Pada saat ia memeriksa seluruh kelengkapan prajurit tidak sedikit ia melihat awak yang sakit. Namun, pertempuran adalah peperangan untuk dimenangi. Alhasil, ia serta prajurit ketika melakukan peperangan di negara Italia berhasil memenagkan konflik dengan cara berdamai. Dan semenjak akhir 1797, prestise Napoleon meningkat lebih drastis ketimbang sebelumnya.

Perjalanan ke Mesir

Setelah dua bulan menyusun siasat, Bonaparte yang berkeinginan untuk menjimplangkan Angkatan Laut Inggris namun kurangnya kekuatan dari Angkatan Laut Perancis, maka hal tersebut ditundanya terlebih dulu. Ia lebih berinisiatif untuk merebut pangkalan Mesir dengan demikian akses perdagangan antara Inggris dan India akan terputus.

Nepoleon berkeyakinan apabila dapat menaklukan Mesir, negaranya bisa segera menjalin kerjasama bersama India dan melemahkan ekonomi Inggris.

Perjalanan ke Mesir oleh rombongan Nepoleon pun dilakukan dan berlabuh sejenak di Malta pada 9 Juni 1798. Disana ia bertemu dan melakukan peperangan terhadap Ferdinand von Hompesch zu Bolheim (komandan pangkalan Malta) dimana Ferdinand menyerah dan mengakui kekalahannya. Dalam insiden tersebut, Bonaparte hanya kehilangan tiga orang prajurit berbanding besar dengan pasukan Ferdinand.

Dan pada tanggal 1 Juli, Nepoleon serta rombongan mendaratkan kapal ke Alexandria untuk menghindari pengejaran oleh angkatan laut Inggris. Dua puluh hari berselang, pasukan Nepoleon kembali ke Mesir dan disana ia bertarung dengan Shubra Khit yang mana merupakan kepala militer di ranah tersebut. Dengan jumlah 25.000 pasukan yang dibawa untuk berperang akhirnya Shubra Khit serta 2.000 pasukannya tewas dalam beji baku peperangan. Pasukan Perancis dengan demikian sangat termotivasi untuk dapat menguasai Mesir.

Dan pada 1 Agustus 1798, armada Inggris di bawah komando Horatio Nelson melancarkan serangan terhadap kelompok Perancis yang saat itu menduduki laut Mesir. Hampir semua kapal Nepoleon musnah dan pasukan lautnya tewas. Namun, hanya tersisa dua kapal Perancis yang masih melakukan pertempuran di Sungai Nil dan disana mereka berhasil merobohkan armada Inggris walau tidak begitu banyak. Pemberontakan berulang kali, membuat Nepoleon berhasil menambah kekuatan dan kekuasaan di Mesir.

Bonaparte kemudian memimpin militer Ottoman di Provinsi Damsyik (Suriah dan Galilea). Ada sekitar 13.000 gabungan tentara atau militer Perancis saat itu yang mana lalu menaklukan kota-kota seperti Gaza, Jaffa dan Haifa. Serangan di Jaffa ketika itulah yang mungkin sangat brutal dan keji oleh Nepoleon. Bonaperte yang melihat begitu banyaknya pembela musuh selama ini dengan total 1.400 tahanan yang tertangkap merasa geram dan terkesan tidak manusia. Ke-1.400 tahanan ini akhirnya ditenggelamkan demi menghemat amunisi. Yang kemudian dilanjutkan dengan membunuh pria, wanita bahkan anak-anak tak luput dari sasaran Nepoleon.

Kembali ke Perancis

Akibat wabah penyakit yang diketahui merupakan pes plauge, Nepoleon memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur pada 25 Juli 1799. Dengan begitu teganya Nepoleon mengatakan bahwa bunuh pasukan yang sedang sakit dan terluka lewat cara meracuninya. Pada tanggal 24 Agustus, Jean Baptiste Kleber mengambil alih pasukan Nepoleon yang mana ingin kembali ke ranah Perancis. Sesampainya disana pada bulan Oktober, Nepoleon melihat kondisi atau situasi negara Perancis kian hari-kian membaik.

Saat kedatangannya, ia disambut dengan ucapan selamat datang oleh warga Perancis. Dan ia juga ditawarin untuk menjadi seorang Konsul di pemerintahan baru Perancis yang disebut “Consulate” meskipun sempat mendapatkan persaingan dari calon anggota lainnya seperti Emmanuel Joseph Sieyes, Roger Duces, Joseph Fouche dan Talleyrand. Pemilihan ini sendiri dilakukan 9 November 1799.

Penobatan Kaisar

Kini perjuangan Napoleon sebagai pemberani di dalam dan luar negeri telah membuatnya mendapat penobatan paling berharga yaitu mahkota kekaisaran di tahun 1804. Pada saat penobatan berlangsung, Nepoleon dengan sengaja mengundang beberapa orang Paus (ahli agama kristen) untuk menghindari statusnya di mata asing.

Runtuhnya kekuasaan dan Kematian Neo

Napoleon telah dibuang ke Elba sebuah pulau terpencil yang kecil . Dia telah mendengar desas-desus ia akan dikirim ke sebuah pulau bahkan lebih jauh di tengah Samudra Atlantik. Dia berpikir Ini adalaha saatnya bagi Napoleon untuk merencanakan pelarian beserta ribuan anak buahnya. Dia mendarat di tanah Perancis 26 Februari 1815.

Dia dicegat oleh sekumpulan pasukan Perancis yang diperintahkan oleh Raja Louis XVIII untuk menangkap Napoleon pada 7 Maret 1815. Dia berjalan di depan pasukannya tanpa senjata dan mengatakan “Inilah saya. Silahkan bunuh Kaisar kalian, jika itu yang kalian inginkan”. Pasukan itupun menjawab dengan mengatakan “Vive L’Empereur!” atau “Hidup Sang Kaisar”. Napoleon menguasai Paris dalam hitungan minggu.

Keluarga kerajaan telah melarikan diri setelah mendengar tentang hal ini. Rusia, Austria dan Prusia membawa 350.000 orang pasukan untuk menghentikan Napoleon. Dalam seratus hari Napoelon telah mengumpulkan dua ratus ribu orang dan memutuskan sudah waktunya untuk pergi menyerang.

Napoleon menyerang pasukan Prusia untuk pertama. Ia memenangi pertempuran dan berpikir Prussia telah selesai. Ini adalah pertama kalinya bagi Napoleon untuk membiarkan seorang Jenderal memutuskan taktik militer baginya. “Ini adalah kesalahan besar”.

Dua hari kemudian, Napoleon menyerang pasukan Inggris dan ia menang sampai dia mendengar pasukan Prusia telah berkumpul kembali dan sudah berada di belakang pasukannya. Napoleon tahu ini sudah berakhir. Dia membuat satu upaya terakhir untuk menang dengan memanggil pasukan elitenya untuk mencoba menyelesaikan pertempuran. Pasukan elite itu akhirnya gagal; Napoleon memerintahkan untuk mundur.

Pengasingan kedua Napoleon Bonaparte adalah di pulau Saint Helena. Saint Helena adalah di selatan Atlantik dan dua ribu kilometer dari setiap daratan utama. Napoleon terjebak di sana. Dia bahkan tidak diizinkan untuk dipanggil Kaisar- kecuali oleh stafnya. Dia tidak diizinkan untuk menerima paket kecuali oleh mereka yang tidak mengakui dia sebagai Kaisar.

Jenius militer terbesar Dunia dan penakluk Eropa meninggal pada 5 Mei 1821. Kata-kata terakhir Napoleon adalah “Perancis, Armée, tête d’Armée, Joséphine” yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “Angkatan Darat, Kepala Angkatan Darat, Joséphine”. Kata-kata ini akan selamanya membekas bagi dunia dan istrinya. Istrinya meninggal hari itu juga. Penyebab kematiannya ialah keracunan. Hidup Napoleon Bonapartes berakhir hampir lima puluh dua tahun sejak kelahirannya. Kaisar Perancis yang Agung telah pergi. Napoleon Bonaparte sudah mati! Seorang pria yang dianggap dewa di antara manusia saat itu telah tiada. Napoleon tentu memiliki kehidupan yang luar biasa! Napoleon mengubah dunia di kurang dari satu dekade saat ia menguasai sebagian besar Eropa. Penyebab kematiannya adalah kanker perut, seperti ayahnya. Ini adalah akhir dari era Napoleon Bonaparte meskipun semangatnya akan terus hidup di dalam semua jiwa tentara muda.

Yah, itulah sedikit penjabaran saya terkait kisah hidup Nepoleon Bonaparte. Semoga bermanfaat buat anda, terima kasih….

Related posts